ANALISIS UNSUR INSTRINSIK DAN EKSTRINSIK CERPEN “SEPOTONG SENJA UNTUK PACARKU”
Nama : Juliana Koto
Nim : 22016185
Dosen Pengampu : Dr.Abdurahman M.Pd
Abstrak
This research was conducted to find out and analyze the intrinsic elements contained in the short story entitled "A Piece of Senja for My Boyfriend". The purpose of this study is to be able to analyze, evaluate, describe and interpret the elements contained in the short story "Sesection of Senja for My Boyfriend". The analysis used in this case is to use a structural approach that is arranged in an orderly and structured manner. Structural approach is an approach found in literature, with the way it works in the form of analyzing elements and structures that can build literary works contained in stories and looking for elements of attachment to building elements so that they can lead to a unified meaning. There are intrinsic elements contained in the short story, namely the theme, plot or plot, background or setting, point of view, language style, characters and characterizations, and mandate. Then there are extrinsic elements contained in the short story, namely the background and values contained in the fiction story. The research in the short story "A piece of dusk for my boyfriend" uses a descriptive qualitative research method. In analyzing the intrinsic and extrinsic elements of this short story, it can be done by identifying it through reading and note-taking activities. In analyzing the intrinsic and extrinsic elements contained in the short story so that it can be used as material for use in generating motivation for each reader.
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk dapat mengetahui dan menganalisis unsur-usur intrinsik yang terdapat di dalam cerpen yang berjudul “ Sepotong Senja Untuk Pacarku”. Tujuan dari penelitian ini adalah ini adalah agar dapat menganalisis, mengevaluasi, mendeskripsikan serta menafsirkan unsur-unsur yang terdapat dalam cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku”. Analisis yang digunakan di dalam hal ini adalah menggunakan pendekatan struktural yang disusun secara teratur dan terstruktur. Pendekatan struktural adalah pendekatan yang terdapat dalam ilmu sastra, dengan cara kerjanya berupa menganalisis unsur-unsur dan struktur yang dapat membangun karya sastra yang terdapat dalam cerita dan mencari unsur keterikatan unsur pembangun sehingga dapat menimbulkan makna yang padu. Terdapat unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam cerpen tersebut ialah tema, alur atau plot, latar atau setting, sudut pandang, gaya bahasa, tokoh dan penokohan, dan amanat. Kemudian terdapat unsur ekstrinsik yang terdapat dalam cerpen tersebut ialah berupa latar belakang dan nilai yang terdapat di dalam cerita fiksi. Penelitian dalam cerpen “Sepotong senja Untuk Pacarku” menggunakan metode penelitian yang berupa desriptif kuliatitatif. Di dalam menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik cerpen ini dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi melalui kegiatan membaca dan mencatat. Dalam menganalisis unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat dalam cerpen tersebut sehingga dapat dijadikan sebagai bahan pemanfaatan dalam menimbulkan motivasi bagi setiap pembacanya.
PENDAHULUAN
Penelitian ini dapat dilatarbelakangi karena adanya unsur keterikataan peneliti dalam menganalisi unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat dalam cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku”. Peneliti merasakan suatu keistimewaan bahwa cerpen ini memiliki kelebihan serta keunikan tersendiri untuk dibedah dari segi bacaanya dan dari sisi unsur-unsur yang terdapat dalam cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku”. Bahwasanya unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat dalam cerpen ini sangat menarik untuk diteliti diantaranya adalah tema, alur, latar, tokoh, penokohan, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik yang menarik diteliti di dalamnya diantaranya latar belakang dari peristiwa atau kejadian cerita, nilai yang terdapat dalam cerita tersebut berupa nilai moral, nilai religi atau keagamaan, nilai sosial dan lain sebagainya.
Disini nantinya peneliti akan melakukan tindakan pendeskripsian terhadap unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat dalam cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku”. Karya sastra merupakan bentuk hasil ciptaan manusia yang dilandaskan dengan pemikiran manusia, dimana di dalamnya terdapat imajinasi manusia yang dituangkan kedalam bentuk media lisan dan tulisan, sastra ini memiliki sifat khayalan seakan-akan menyatakan dan mengungkapkan suatu bentuk kefaktaan. Tetapi sastra juga memiliki nilai keindahan di dalamnya, tetapi sastra juga dapat terbentuk karena adanya pemikiran yang mendalam bukan hanya sebatas pemikiran tanpa adanya kejadian.
Menurut Luxemburg dkk (1989: 5), dalam tataran definitive, sastra dipahami sebagai suatu ciptaan, sebuah kreasi, yang semata-mata bukan sebuah imitasi atas kenyataan. Memang, kenyataan menjadi sumber ide seorang sastrawan dalam menciptakan karya sastra. Namun, tidaklah berarti seorang sastrawan sekedar menulis ulang kenyataan yang dihadapinya dalam karya sastra ciptaannya. Dalam tindak penciptaan karya sastra, seorang sastrawan juga mengungkapkan pendapat dan pikirannya terhadap sesuatu atau kenyataan yang dihadapinya dengan terus melakukan memperhitungkan aspek keindahan yang nantinya akan terdapat di dalam karya sastra yang diciptakannya.
Cerpen merupakan suatu karya sastra, dimana bentuk penulisanya selalu mengisahkan tentang sebuah cerita fiksi yang dikemas secara pendek, jelas, dan ringkas tetapi mengandung makna. Cerpen ini biasanya hanya menerangkan dan menceritakan mengenai permasalahan yang dialami oleh satu tokoh yang terdapat dalam cerpen tersebut. Cerpen ini juga dapat dikatakan sebagai fiksi prosa karena cerita yang terdapat dalam cerpen tersebut hanya difokuskan kepada satu permasalahan atau satu konflik yang dialami oleh tokoh, dimulai ketika pengenalan terjadi sampai dengan penyelesaian terhadap permasalahan yang dialami oleh tokoh.
Cerpen adalah sebuah cerita yang selesai dibaca dalam sekali duduk, kira-kira berkisar antara setengah sampai dua jam. Suatu hal yang kiranya tak mungkin dilakukan kalau kita membaca sebuah novel. Cerpen merupakan ungkapan perasaan si pengarang tentang tanggapannya terhadap kehidupan, dan dengan daya imaginasinya ditulis dengan bahasa yang indah, imajinasi yang dalam serta tema yang kuat sehingga dapat memberikan kesan yang dalam bagi pembaca.
Cerpen atau cerita pendek sebagai suatu karya seni berfungsi sebagai notulen kehidupan. Pengarang dengan daya imajinasi yang dimilikinya tidak akan bisa tertidur dengan nyaman sebelum semua peristiwa itu ditulis, yang akhirnya dapat dibaca, dipahami, dan direntangkan oleh siapa saja. Dengan demikian apabila seorang membaca cerpen diharapkan dapat mengetahui seluk-beluk peristiwa kehidupan, tanpa merasa digurui. Diantara peristiwa kehidupan itu adalah kebahagiaan, keindahan alam, kemajuan teknologi, kesenjangan sosial, kegelisahan batin pada orang-orang yang tertindas, harapan, kekecewaan, keadilan, kekejaman, kemiskinan yang teramat parah atau kekayaan yang berlimpah ruah, kehancuran dimasa lalu atau harapan yang menggebu-gebu untuk masa depan, dan lain-lain. Sebagai dokumentasi, cerpen bagaikan cermin yang memperlihatkan peristiwa tersebut.
Di dalam hal ini peneliti sengaja memilih cerpen “Sepotong Senja Untuk Pacarku”, karena di dalam cerpen ini banyak sekali keunikan yang terdapat di dalamnya, baik dari segi unsur intrinsik dan ekstriknsiknya. Sesuai dengan pendapat yang telah dikemukakan oleh Kosasih Ada lima unsur intrinsic pada cerpen, kelima unsur tersebut meliputi meliputi tema, alur atau plot, latar atau setting, penokohan dan amanat, kemudian unsur intrinsiknya berupa latar belakang masyarakat, pandangan hidup pengarang, latar belakang penulis, keadaan subjektivitas pengarang, amanat cerpen, unsur biografi, tempat novel di karang.
1. Secara bahasa, pengertian tema adalah berasal dari Yunani, yaitu “tithenai” yang artinya adalah menempatkan atau meletakkan. he Liang Gie (1976): Tema adalah ide pokok yang dipersoalkan dalam karya seni. Ide pokok yang dimaksud didasarkan pada pokok persoalan (subject matter) dan judul karya tulis tersebut, bahwasanya dalam hal ini dapat dikatakan bahwa tema memiliki kedudukan yang sangat penting dalam dalam cerita pendek.
2. Alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita. Peristiwa-peristiwa tersebut saling berhubungan secara runtut sehingga terjalin suatu cerita yang bulat.
Alur dapat dibedakan menjadi tiga bagian yaitu :
• Alur maju merupakan alur yang menceritakan peristiwa-peristiwa dalam cerita secara kronologis. Cerita diawali dengan tahap pengantar dan diakhiri tahap penyelesaian.
• Alur mundur merupakan alur yang menceritakan peristiwa-peristiwa dalam cerita secara terbalik. Cerita tidak harus dimulai dari tahap pengantar. Cerita dapat dimulai dari tahap penampilan masalah, puncak ketegangan, atau penyelesaian. Alur ini disebut juga alur flashback.
• Alur campuran merupakan sebuah campuran yang terdapat pada alur maju dan alur mundur. 3. tokoh merupakan orang orang yang berperan dalam suatu peristiwa, dapat dikatakan tokoh ini orang orang yang menjadi pelaku dalam sebuah cerita, tanpa seorang tokoh peristiwa tersebut tidak akan dapat berjalan dengan baik dan lancar, sebab peran utama dalam sebuah cerita adalah tokoh.
3. latar merupakan bentuk dimana kejadian tersebut dapat terjadi, latar dapat menggambarkan suatu peristiwa dengan keadaan yang berbeda beda, latar merupakan unsur pendukung dalam suatu peristiwa. Terdapat berbagai macam bentuk latar yaitu latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.
4. Penokohan merupakan suatu gambarana yang ditampilkan secara jelas dalam sebuah cerita. Dapat diartikan bahwa penokohan merupakan bentuk penggambaran karakter atau sikap yang diperankan oleh seorang tokoh, terdapar berbagai bentuk karakter dan sikap dalam penokohan ini adalah protagonis, antagonis, dan tritagonist, ketiga watak ini memiliki peranan yang sangat penting dalam sebuah cerita ataupun peristiwa.
5. Gaya bahasa merupakan cara ataupun variasi seorang pengarang dalam mengungkapkan pemikiran ataupun ide melalui berbagai macam bentuk variasi bahasa, baik itu berupa majas dan gaya bahasa lainnya.
6. Amanat merupakan sebuah pesan pesan yang terdapat dalam sebuah cerita, amanat ini dapat berupa pesan tersirat dan pesan tersurat, pesan tersurat telah diterangkan secara jelas dalam suatu cerita, sedangkan pesan tersirat ini tidak ditimbulkan oleh penulis karya sastra, tetapi setelah mengetahui cerita tersebut maka pembaca akan mendapatkan pesan tersirat di dalamnya.
7. Sudut pandang merupakan suatu cara penulis dalam memposisikan dirinya dalam sebuah cerita. Banyak sekeli bentuk dari sudut pandang ini seperti sudut pandang orang pertaama, sudut pandang orang kedua, sudut pandang orang ketika, dan sudut pandang campuran. Semua sudut pandang ini mempunyai nilai dan keunikan tersendiri.
• Pada sudut pandang orang pertama tunggal, Penulis sebagai pelaku sekaligus narator yang menggunakan kata ganti “aku”, “saya”, atau “gue”. Dalam sudut pandang orang pertama tunggal, penulis biasanya berperan sebagai tokoh utama yang menjadi inti dalam keseluruhan cerita.
• Sudut pandang orang pertama jamak ini menggunakan kata ganti “kami” atau “kita”.
• Pada sudut pandang orang kedua, penulis adalah narator yang sedang berbicara kepada kata ganti “kamu” dan menggambarkan apa yang dilakukan “kamu” atau “kau” atau “anda”. Pembaca diperlakukan sebagai pelaku utama sehingga membuatnya menjadi merasa dekat dengan cerita karena seolah menjadi tokoh utama
• Penulis ada di luar cerita tak terlibat dalam cerita dan juga menampilkan para tokoh dengan menyebut namanya atau kata ganti “dia”.
• Penulis menuturkan cerita berdasarkan persepsi atau kacamata kolektif. Penulis akan menyebut para tokohnya dengan menggunakan kata ganti orang ketiga jamak; “mereka”.
Di dalam hal ini penulis sengaja untuk dapat mengangkat cerpen yang berjudul “Sepotong Senja Untuk Pacarku”. Sehingga membuat penulis untuk dapat menalaah dan mengangkat judul dari cerpen ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yakni dengan menggunakan teknik penyajian berupa penggambaran dalam bentuk kata-kata.
METODE
Menurut Mahmud Yunus “metode adalah jalan yang hendak ditempuh oleh seseorang supaya sampai kepada tujuan tertentu, baik dalam lingkungan perusahaan atau perniagaan, maupun dalam kupasan ilmu pengetahuan dan lainnya.” Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
metode mengandung arti adanya urutan kerja yang terencana dan sistematis guna mencapai tujuan yang direncanakan. (Armai. 2002. 87)
Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Sugiyono (2013, hlm. 3) menyatakan bahwa: Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmun, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal, sehingga terjangkau oleh penalaran manusia. Empiris berarti cara-cara yang dilakukan itu dapat diamati oleh indera manusia, sehingga orang lain dapat mengamati dan mengetahui cara-cara yang digunakan. Sistematis artinya, proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis.
Metode kuantitatif dinamakan metode tradisional, karena metode ini sudah cukup lama digunakan sehingga sudah mentradisi sebagai metode untuk penelitian. Metode ini disebut sebagai metode positivistik karena berlandaskan filsafat positivisme. Metode ini sebagai metode ilmiah/scientific karena telah memenuhi kaidah-kaidah ilmiah yaitu kongkrit/empiris, obyektif, terukur, rasional, dan sistematis. Metode ini juga disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Sugiyono (2013, hlm. 14) mengatakan bahwa: Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Berdasarkan pendapat diatas data kuantitatif dapat diolah atau dianalisis menggunakan tekhnik perhitungan matematika atau statistika. Data kuantitatif berfungsi untuk mengetahui jumlah atau besaran dari subjek yang diteliti.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari penelitian yang berupa analisi dari cerpen “ Sepotong Senja untuk Pacarku”, dengan menggunakan metode yang berupa deskriptif kualitatif. Maka dengan demikian dari hasil penelitian ini dapat menemukan hal-hal yang berupa unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat dalam cerita.
Unsur intrinsik dan ekstrinsik yang terdapat dalam cerpen “Sepotomg Senja Untuk Pacarku” :
A. Unsur Intrinsik Dalam Cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku.
Tema
Dalam cerpen “Sepotong senja untuk pacarku” ini bertema tentang sesosok laki-laki yang merindukan kekasihnya. Ia meluapkan rasa rindu itu dengan mengirimkan surat cinta untuk pacarnya yang bernama Alina.
Hal tersebut kita dapat kutip dari isi cerpen tersebut :
“Alina tercinta, Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan.”.
Dalam cerpen ini Senja dimaksudkan yang berarti sebuah kerinduan yang amat mendalam. Bahkan kata-kata pun tidak cukup untuk menambalkan rasa kerinduan itu.
Kita dapat mengutip dari isi cerpen tersebut :
“Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata. Sudah terlalu banyak kata di dunia ini Alina, dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia Alina. Untuk apa? Kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagi pula siapakah yang masih sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. Kata-kata sudah luber dan tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita Alina”.
Alur atau Plot
Dalam cerpen ini alur cerita tidak begitu nampak jelas dikarenakan begitu pendeknya cakupan dari cerpen ini. Tapi peneliti berusaha memahami alur dalam cerpen ini dengan menyampaikan kejadian/peristiwa pada tahapan di cerpen tersebut.
Peneliti mencoba mengutip kejadian yang terjadi pada cerpen yaitu :
“Alina yang manis, Alina yang sendu, Akan kuceritakan padamu bagaimana aku mendapatkan senja itu untukmu. Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku.”
“Dengan ini kukirimkan pula kerinduanku padamu, dengan cium, peluk, dan bisikan terhangat, dari sebuah tempat yang paling sunyi di dunia.”
Latar atau Setting
Latar Tempat :
Pantai
Kutipan kalimat "Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu. Memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam itu untuk mataku".
Jalan Raya
Kutipan kalimat "Di jalan tol mobilku melaju masuk kota.Aku harus hati-hati karena semua orang mencariku. Sirene mobil polisi meraung-raung di mana-mana".
Mobil
Kutipan kalimat "Kulihat orang-orang itu melangkah ke arahku. Melihat gelagat itu aku segera masuk mobil dan tancap gas".
Gorong-gorong
Kutipan kalimat "Aku terjerembab jatuh. Bau busuknya bukan main. Gorong-gorong itu segera tertutup dan kudengar gelandangan itu merebahkan diri di atasnya".
Kota
Kutipan kalimat "Cahaya kota yang tetap gemilang tanpa senja membuat cahaya keemasan dari dalam mobilku tidak terlalu kentara".
Latar Suasana :
Tenang
Kutipan kalimat "Seperti setiap senja di setiap pantai, tentu ada juga burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang, dan barangkali juga perahu lewat di jauhan".
Romantis
Kutipan kalimat "Kukirimkan sepotong senja ini untukmu Alina, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata".
Resah
Kutipan kalimat "Kemudian tiba-tiba senja dan cahaya gemetar. Keindahan berkutat melawan waktu dan aku tiba-tiba teringat padamu".
Tenang
Kutipan kalimat "Di jalan tol mobilku melaju masuk kota.Aku harus hati-hati karena semua orang mencariku. Sirene mobil polisi meraung-raung di mana-mana".
Mencekam
Kutipan kalimat "Satu mobil terlempar di jalan layang, satu mobil lain tersesat di sebuah kampung, dan satu mobil lagi terguling-guling menabrak truk dan meledak lantas terbakar".
Latar Waktu :
Sore hari
Kutipan kalimat "Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu".
Malam hari
kalimat "Bahkan di langit tanpa senja, helikopter mereka menyorotkan lampu di setiap celah gedung bertingkat".
Pagi hari
Kutipan kalimat "Tenggelam dalam guyuran alam yang perawan. Nyiur tentu saja, matahari, dan dasat lautan yang bening dengan lidah ombak yang berdesis-desis".
Tokoh dan Penokohan
Aku (Sukab)
Watak dari tokoh Aku dalam cerita tersebut Rela berkorban dan Pantang menyerah dalam memperjuangkan perasaannya yakni Cintanya yang tulus dan nyata bagi kekasihnya, Alina.
“Kukebut mobilku tanpa perasaan panik. Aku sudah berniat memberikan senja itu untukmu dan hanya untukmu saja Alina. Tak seorang pun boleh mengambilnya dariku.”
“Tapi Alina, polisi ternyata tidak sekonyol yang kusangka. Di segenap sudut kota mereka telah siap siaga.”
Alina
Watak Alina dalam cerita tersebut tidak digambarkan karena isi cerita tersebut hanya menggambarkan tokoh "Aku" dalam memperjuangkan perasaan cintanya terhadap tokoh "Alina" yakni kekasihnya, tanpa menceritakan bagaimana kehidupan ataupun bahasan tokoh Alina dalam cerita tersebut.
Gelandangan
Watak gelandangan dalam cerita tersebut yakni baik atau protagonis, ia memberikan pertolongan pada tokoh "Aku" untuk menyarankan bersembunyi dalam Gorong-gorong ketika tokoh "Aku" menjadi subjek pencarian Polisi.
Anak-anak Gelandangan
Anak-anak Gelandangan diketahui keberadaannya dalam cerita tersebut pada saat tokoh "Aku" berada di dalam Gorong-gorong ketika bersembunyi pada saat Polisi mencarinya. Watak dari anak-anak gelandangan tersebut tidak penulis gambarkan secara terperinci, ia hanya menggambarkan bahwa Anak-anak gelandangan itu sedang duduk-duduk, tiduran, dan sebagian sembari memeluk rebana, meskipun pada artinya bukan duduk, tidur, atau memeluk rebana yang sesungguhnya.
Polisi
Watak Polisi yang terdapat dalam cerita pendek tersebut dapat dikategorikan Antagonis, dapat digambarkan dalam cara mereka mencari tokoh "Aku" ketika hanya mengambil senja yang pada arti sesungguhnya bukan senja yang ketika pergantian matahari menuju petang.
Sudut Pandang
Penulis cerita tersebut menggambarkan cerita dalam Sudut Pandang Orang pertama, karena dalam cerita tersebut tokoh "Aku" menjadi peran utama dalam cerita yang berusaha menggambarkan perjuangannya dalam memberikan bukti cintanya terhadap orang lain yakni dalam hal ini tokoh "Alina".
Kutipan Kalimat : “Alina tercinta, Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan.”
“Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, memandang dunia yang terdiri dari waktu.”
Gaya Bahasa
Gaya bahasa yang terkandung dalam isi cerita pendek Sepotong senja untuk pacarku menggunakan beberapa gaya bahasa Majas atau bahasa Kiasan. Seperti salah satu contohnya terdapat dalam kalimat "Terimalah sepotong senja itu, hanya untukmu, dari seseorang yang ingin membahagiakanmu. Awas hati-hati dengan lautan dan matahari itu, salah-salah cahayanya membakar langit dan kalau tumpah airnya bisa membanjiri permukaan bumi".
Kutipan tersebut hanya potongan dari beberapa gaya bahasa yang penulis gunakan dalam ceritanya, arti "Senja" dari konteks kalimat tersebut bukan arti yang sebenarnya, Melainkan penjabaran dari keinginginan Tokoh "Aku" untuk "Alina" menerima Harapan, Cinta, dan kepercayaannya yang sarat akan ketulusan hanya untuk tokoh Alina semata, tokoh Aku juga mengisyaratkan agar alina tidak mengabaikan Harapan yang ia berikan terhadap alina.
Amanat
Penulis mencoba menyampaikan pesan kepada pembaca melalui perjuangan Tokoh "Aku" dalam memperjuangkan apa yang ingin ia berikan kepada tokoh Alina, dengan sekuat tenaga dan perjuangan yang tak gentar ia mengajarkan bahwa perjuangan seperti itu patut dicontoh dan diteladani dalam hal memperjuangkan apa yang kita harapkan. “Berjuanglah demi orang yang kamu sayangi walau seberat apapun cobaan yang menghadang. Bahwa cinta yang sesungguhnya memang membutuhkan pengorbanan.”
Bukti perjuangan tokoh untuk seorang kekasihnya bisa kita kutip dari cerpen tersebut :
“Aku berjalan terus melangkahi mereka dan coba bertahan. Betapa pun ini lebih baik daripada harus menyerahkan senja Alina.”
B. Unsur Ekstrinsik Dalam Cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku
Biografi Pengarang
Seno Gumira Ajidarma, lahir di Boston, Amerika Serikat, 19 Juni 1958. Ia adalah penulis dari generasi baru di sastra Indonesia. Sastrawan yang satu ini merupakan sosok pembangkang. Ayahnya Prof. Dr. MSA Sastroamidjojo, Guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Seno sangat bertolak belakang dengan sosok sang ayah, ia sama sekali tidak suka berhitung, aljabar dan juga ilmu ukur seperti sang ayah. Seno mengikuti teater Alam pimpinan Azwar A.N. Seno pun mulai mengirim puisinya ke Majalah Sastra Horison dan ternyata tembus juga. Kemudian Seno mulai menulis cerpen dan esai tentang teater.
Seno Gumira Ajidarma juga merupakan seorang wartawan yang sering menulis cerita pendek, puisi, dan esai. Beberapa buku karyanya adalah Atas Nama Malam, Wisanggeni-Sang Buronan, Sepotong Senja Untuk Pacarku, Biola Tak Berdawai, Kitab Omong Kosong, Dilarang Menyanyi Di kamar Mandi, dan Negeri Senja. Dia juga terkenal karena dia menulis tentang situasi di Timor Timur tempo dulu. Tulisannya tentang Timor Timur dituangkan dalam trilogy buku Saksi Mata (Kumpulan cerpen), Jazz, Parfum, dan Insiden (roman), dan Ketika Journalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (kumpulan esai). Pada 2014, dia meluncurkan blog bernama PanaJournal – www.panajournal.com tentang human interest stories bersama sejumlah wartawan dan professional di bidang komunikasi.
Nilai-nilai yang Terdapat Dalam Cerpen Sepotong Senja Untuk Pacarku
Kerja keras
Dalam cerita pendek Sepotong Senja untuk Pacarku terselip nilai-nilai yang dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca dalam proses membentuk karakternya guna menciptakan generasi muda yang baik dan berkualitas. Salah satu nilai yang pertama yakni Kerja keras, meskipun cerita tersebut subjek aku diceritakan sebagai tokoh yang mengambil objek "Senja", namun hal tersebut bukan arti senja yang sesungguhnya. Melainkan sesuatu yang sangat berarti bagi dirinya untuk ia berikan kepada orang yang ia kasihi. Nilai yang dapat kita jadikan dorongan dalam pembentukan karakter pembaca yakni berusaha sekuat mungkin dan memperjuangkan apa yang paling berarti dalam hidup, jangan pedulikan rintangan apa yang kita hadapi di depan, dengan berjuang dan memegang teguh pendirian apa yang kita percayai, itu akan menjadi modal keberhasilan di masa depan, namun tentu dengan cara yang baik juga.
Peduli sosial
Selain Kerja keras, cerita tersebut juga terkandung nilai Peduli sosial yang patut kita teladani dari sifat tokoh gelandangan yang membantu tokoh aku dalam memperjuangkan apa yang tokoh aku perjuangkan. Beberapa orang saat ini hanya membantu sesuatu yang hanya ada manfaat untuk dirinya semata atau dengan kata lain mengharapkan sesuatu dari hasil bantuan tersebut. Dengan mengajarkan dan membentuk peserta didik untuk saling membantu sesama tanpa memandang untungnya untuk pribadi tentu dapat menjadi modal utama dalam menghasilkan generasi muda yang baik, yang beriman dan saling bergotong royong dalam hal kebaikan.
SIMPULAN
Dari hasil analisis melalui data dari identifikasi cerita dan unsur-unsur intrinsknya akan peneliti simpulkan bahwa cerita dari karya Seno Gumira Ajidarma yang berjudul “Sepotong Senja Untuk Pacarku” ini mengandung unsur-unsur intrinsik dari mulai tema, latar, alur, gaya bahasa dan amanat. (1) tema yang terkandung dalam cerita sepotong senja untk pacarku adalah perjuangan cinta tokoh “Aku”, (2) latar, semua latar sudah ada dalam cerita dari mulai latar waktu, tempat, suasana . (3) alur alur nya menyatakan kalau alur cerita adalah maju, (4) gaya bahasa yang di gunakan kebanyakan menggunkan gaya bahasa dalam cerita menggunakan majas hiperbolla dan personifikasi, (5) amanat yang terkandung adalah jika kita punya cinta, maka perjuangkanlah cinta yang kita miliki akan kita tidak menyesal dikemudian hari. (6) tokoh yang berperan dalam cerita adalahSukab, Alina, gelandangan, anak-anak gelandangan, dan polisi. Dan unsur ekstrinsiknya adalah biografi pengarang serta nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen seporong senja untuk pacarku. Tokoh utama yang perankan oleh Sukab adalah tokoh yang ada sesuai dengan kehidupan nyata, dan patut di jadikan contoh untuk semua orang, peneliti berharap dengan mengamati unsur-unsur intrinsik dari cerita sepotong senja untuk pacarku ini banyak manfaat yang bisa kita ambil terlebih pesan-pesan moral yang terdapat dalam ceritanya
DAFTAR PUSTAKA
Nuroh, Ermawati Zulikhatin. "Analisis Stilistika dalam Cerpen." PEDAGOGIA: Jurnal Pendidikan 1.1 (2011): 21-34.
Tjahyadi, Indra. "MENGULIK KEMBALI PENGERTIAN SASTRA."
Gumira Ajidarma, Seno. 2019. Sepotong Senja untuk Pacarku. Jakarta: PT. Gramedia.
Kosasih, E. 2006. Ketatabahasaan dan Kesusastraan "Cermat Berbahasa Indonesia". Bandung : Yrama Widya.
Juanda, A & Rosdianto, K. 2007. Intisari Bahasa dan Sastra Indonesia. Bandung : Pustaka Setia.
Ratna, Nyoman Kutha. 2007. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Laili, Nurul Hanik. 2012. Cerpen Sepotong Senja untuk Pacarku. Nurulcall-tanjungkalang.blogspot.co.id. 13 Januari 2018.
Armai Arief. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta: Ciputat Pers
https://deepublishstore.com/pengertian-cerpen/
https://www.ukulele.co.nz/tema-adalah/
https://katadata.co.id/safrezi/berita/61efbaed9f6a2/alur-adalah-rangkaian-peristiwa-berikut-jenis-dan-tahapannya
https://www.kompasiana.com/dedeseptiyadi/5a6a112dbde5750f593493d2/analisis-struktural-dan-nilai-nilai-karakter-dalam-cerita-pendek-sepotong-senja-untuk-pacarku-karya-seno-gumira-ajidarma?page=3&page_images=1
https://www.indonesiana.id/read/152197/makna-senja-dalam-cerpen-sepotong-senja-untuk-pacarku-karya-seno-gumira-ajidarma
http://rezaagstian.blogspot.com/2017/12/analisis-cerpen-sepotong-senja-untuk.html
Komentar
Posting Komentar