ALIRAN-ALIRAN SASTRA
Nama: Juliana Koto
Nim: 22016185
Prodi: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
A. PENGERTIAN ALIRAN SASTRA
Aliran sastra menggambarkan prinsip, pandangan hidup ataupun hal lain yang dianut oleh sastrawan dalam membuat karya sastra. Aliran dalam sastra biasanya terlihat pada periode tertentu. Setiap periode sastra biasanya ditandai oleh aliran yang dianut para pengarang pada masa itu. Bahkan unsur aliran yang menjadi mode pada periode tertentu merupakan ciri khas karya sastra yang berada pada masa tersebut.
Pada dasarnya, karya sastra dibagi menjadi dua bagian besar yaitu idealisme dan materialisme. Aliran idealisme menggambarkan dunia yang tidak seperti kenyataan melainkan dunia yang ada dalam angan-angan. Di dalamnya digambarkan keindahan hidup yang ideal, yang menyenangkan, penuh kedamaian, kebahagiaan, ketenteraman, adil makmur dan segala sesuatu yang menggambarkan dunia harapan yang sesuai dengan tuntutan batin yang menyenangkan yang tidak lagi adanya keganasan, kecemasan, kemiskinan, penindasan, ketidakadilan, keterbelakangan, yang menyusahkan dan menyengsarakan batin. Aliran idealisme ini dapat dibagi menjadi empat, yaitu romantisme, simbolisme, mistisisme dan surealisme.
Aliran materialisme mengemukakan bahwa dunia sangat bergantung pada materi dan gerak. Materialisme berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang bersifat kenyataan dapat diselidiki dengan akal manusia. Dalam kesusastraan, aliran ini dapat dibedakan atas realisme dan naturalisme. Salah satu aliran sastra yang termasuk kedalam aliran materialisme yang akan dijadikan bahan penelitian oleh peneliti adalah naturalisme. Aliran naturalisme dicetuskan oleh Émile Zola yang berkeyakinan bahwa kehidupan manusia dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.
B. ALIRAN SASTRA
Kata mazhab atau aliran berasal dari kata stroming (bahasa Belanda) yang mulai muncul di Indonesia pada zaman Pujangga Baru. Kata itu bermakna keyakinan yang dianut golongan-golongan pengarang yang sepaham, ditimbulkan karena menentang paham-paham lama (Hadimadja,1972:9). Dalam bahasa Inggris, terdapat dua kata yang maknanya sangat berkaitan dengan aliran, yaitu periods, age, school, generation dan movements.
Aliran sastra pada dasarnya berupaya menggambarkan prinsip (pandangan hidup, politik, dll) yang dianut sastrawan dalam menghasilkan karya sastra. Dengan kata lain, aliran sangat erat hubungannya dengan sikap/jiwa pengarang dan objek yang dikemukakan dalam karangannya.
Pada prinsipnya, aliran sastra dibedakan menjadi dua bagian besar, yakni (1) idealisme, dan (2) materialisme. Idealisme adalah aliran romantik yang bertolak dari cita-cita yang dianut oleh penulisnya. Menurut aliran ini, segala sesuatu yang terlihat di alam ini hanyalah merupakan bayangan dari bayangan abadi yang tidak terduga oleh pikiran manusia. Aliran idealisme ini dapat dibagi menjadi (a) romantisisme, (b) simbolik, (c) mistisisme, dan (d) surealisme.
1. Romantisisme adalah aliran karya sastra yang sangat mengutamakan perasaan, sehingga objek yang dikemukakan tidak lagi asli, tetapi telah bertambah dengan unsur perasaan si pengarang. Aliran ini dicirikan oleh minat pada alam dan cara hidup yang sederhana, minat pada pemandangan alam, perhatian pada kepercayaan asli, penekanan pada kespontanan dalam pikiran, tindakan, serta pengungkapan pikiran. Pengikut aliran ini menganggap imajinasi lebih penting daripada aturan formal dan fakta. Aliran ini kadangkadang berpadu dengan aliran idealisme dan realisme sehingga timbul aliran romantik idealisme, dan romantik realisme.
2. Romantik idealisme adalah aliran kesusastraan yang mengutamakan perasaan yang melambung tinggi ke dalam fantasi dan cita-cita. Hasil sastra Angkatan. Pujangga Baru umumnya termasuk aliran ini. Sementara romantik realism mengutamakan perasaan yang bertolak dari kenyataan (contoh: puisi-puisi Chairil Anwar dan Asrul Sani).
3. Simbolik adalah aliran yang muncul sebagai reaksi atas realisme dan naturalisme. Pengarang berupaya menampilkan pengalaman batin secara simbolik. Dunia yang secara indrawi dapat kita cerap menunjukkan suatu dunia rohani yang tersembunyi di belakang dunia indrawi. Aliran ini selalu menggunakan simbol atau perlambang hewan atau tumbuhan sebagai pelaku dalam cerita. Contoh karya sastra yang beraliran ini misalnya Tinjaulah Dunia Sana, Dengarlah Keluhan Pohon Mangga karya Maria Amin dan Kisah Negara Kambing karya Alex Leo.
4. Mistisisme adalah aliran kesusastraan yang bersifat melukiskan hubungan manusia dengan Tuhan. Mistisisme selalu memaparkan keharuan dan kekaguman si penulis terhadap keagungan Maha Pencipta. Contoh karya sastra yang beraliran ini adalah sebagaian besar karya Amir Hamzah, Bahrum Rangkuti, dan J.E. Tatengkeng.
5. Surealisme adalah aliran karya sastra yang melukiskan berbagai objek dan tanggapan secara serentak. Karya sastra bercorak surealis umumnya susah dipahami karena gaya pengucapannya yang melompat-lompat dan kadang terasa agak kacau. Contoh karya sastra aliran ini misalnya Radio Masyarakat karya Rosihan Anwar, Merahnya Merah karya Iwan Simatupang, dan Tumbang karya Trisno Sumardjo.
6. Materialisme berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang bersifat kenyataan dapat diselidiki dengan akal manusia. Dalam kesusastraan, aliran ini dapat dibedakan atasrealisme dan naturalisme.
7. Realisme adalah aliran karya sastra yang berusaha menggambarkan/memaparkan/ menceritakan sesuatu sebagaimana kenyataannya. Aliran ini umumnya lebih objektif memandang segala sesuatu (tanpa mengikutsertakan perasaan). Sebagaimana kita tahu, Plato dalam teori mimetiknya pernah menyatakan bahwa sastra adalah tiruan kenyataan/ realitas. Berangkat dari inilah kemudian berkembang aliran-aliran, seperti: naturalisme, dan determinisme.
8. Realisme sosialis adalah aliran karya sastra secara realis yang digunakan pengarang untuk mencapai cita-cita perjuangan sosialis.
9. Naturalisme adalah aliran karya sastra yang ingin menggambarkan realitas secara jujur bahkan cenderung berlebihan dan terkesan jorok. Aliran ini berkembang dari realisme. Ada tiga paham yang berkembang dari aliran realisme (1) saintisme (hanya sains yang dapat menghasilkan pengetahuan yang benar), (2) positivisme (menolak metafisika, hanya pancaindra kita berpijak pada kenyataan), dan (3) determinisme (segala sesuatu sudah ditentukan oleh sebab musabab tertentu).
10. Impresionisme adalah aliran kesusastraan yang memusatkan perhatian pada apa yang terjadi dalam batin tokoh utama. Impresionisme lebih mengutamakan pemberian kesan/pengaruh kepada perasaan daripada kenyataan atau keadaan yang sebenarnya. Beberapa pengarang Pujangga Baru memperlihatkan impresionisme dalam beberapa karyanya.
C. SASTRAWAN DAN KARYANYA DALAM ALIRAN
• Realisme
Realisme merupakan sastra yang melukiskan keadaan/peristiwa sesuai kenyataan apa adanya. Pengarang tidak menambah atau mengurangi suatu kejadian yang dilihatnya secara positif, yang diuraikan yang baik-baik saja.
Contohnya karya sastra angkatan 45, baik prosa maupun puisi, banyak yang beraliran realisme.
• Naturalisme
Aliran sastra ini melukiskan sesuatu secara apa adanya, meski dijiwai hal-hal yang kurang baik.
Contoh: Atheis karya Achdiat Karta Miharja, Pada sebuah kapal karya Nh. Dini, dan cerpen-cerpen Motinggo Busye.
• Neonaturalisme
Neonaturalisme merupakan aliran baru dari aliran naturalisme. Aliran ini tidak saja mengungkapkan sisi jelek, tetapi juga memandang sesuatu dari sudut yang baik pula.
Contoh: Raumanen karya Marianne Kattopo, Katak Hendak Jadi Lembu karya Nur Sultan Iskandar, dan Keluarga Purnama karya Ramadhan K.H.
• Ekspresionisme
Ekspresionisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada perasaan jiwa pengarangnya.
Contohnya puisi-puisi karya Chairil Anwar, Sutardji CB, Subagio Sastrowardojo, Toto Sudarto Bachtiar.
• Impresionisme
Impresionisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada kesan sepintas tentang suatu peristiwa, kejadian atau benda yang ditemui atau dilihat pengarang. Dalam hal tersebut, pengarang mengambil hal-hal yang penting-penting saja.
• Determinisme
Determinisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan suatu peristiwa atau kejadian dari sisi jeleknya saja. Biasanya menyoroti pada ketakadilan, penyelewengan, dan lain-lain yang dianggap kurang baik pengarang.
Contohnya, sebagian besar puisi angkatan 66.
• Surelaisme
Surelaisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan sesuatu secara berlebihan sehingga sulit dipahami oleh penikmat atau pembaca. Contohnya Bib-Bob (drama) Karya Rendra, Lebih hitam dari Hitam (cerpen) karya Iwan Simetupang, Pot (Puisi) karya Sutardji Calzoum Bachri.
• Idealisme
Idealisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu melukiskan cita-cita, gagasan, atau pendirian pengarangnya.
Contoh: puisi-puisi karya Chairil Anwar.
• Simbolisme
Simbolisme yaitu aliran sastra yang menampilkan simbol-simbol (isyarat) dalam karyanya. Hal ini dilakukan pengarang untuk mengelabui maksud yang sesungguhnya.
• Romantisme
Romantisme adalah aliran dalam sastra yang selalu melukiskan sesuatunya secara sentimentil penuh perasaan.
Contoh: Dian Yang Tak Kunjung Padam karya Sutan TakdirAli Syahbana, Layar Terkembang karya Sutan Takdir Alisyahbana, Cintaku Jauh di Pulau karya Chairil Anwar.
• Psikologisme
Psikologisme yaitu aliran dalam sastra yang selalu menekankan pada aspek-aspek kejiwaan.
Contoh: Ziarah (roman) karya Iwan Simatupang, Belenggu (roman) karya Abdul Muis.
• Didaktisme
Didaktisme yaitu aliran dalam sastra yang menekankan pada aspek-aspek pendidikan. Dalam sastra lama banyak karya yang bersifat mendidik.
Contoh: Salah Asuhan (roman) karya Abdul Muis, Karena Kerendahan Budi karya HSD Muntu, Syair Perahu (syair) karya Hamzah Fansuri.
• Mistikisme
Mistikisme yaitu aliran dalam sastra yang melukiskan pengalaman dalam mencari dan merasakan napas ketuhanan dan keabadian.
Contoh" Syair Perahu karya Hamzah Fansuri, Nyanyi Sunyi karya Amir Hamzah, Kekasih Abadi karya Bahrum Rangkuti, Rindu Dendam karya J.E. Tetengkeng.
DAFTAR PUSTAKA
http://repository.upi.edu/11187/4/S_PRS_0907051_Chapter1.pdf
https://www.jendelasastra.com/wawasan/artikel/aliran-dan-genre-sastra
https://id.berita.yahoo.com/macam-macam-aliran-dalam-karya-112036341.html
Komentar
Posting Komentar