FUNGSI DAN PERAN SASTRA
Dosen Pengampu : Dr. Abdurahman, M.Pd.
Nama : Juliana Koto
Nim : 22016185
Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Fungsi sastra di dalam masyarakat di antaranya adalah sebagai sarana menyampaikan ajaran (moral dan agama).Untuk kepentingan politik pemerintah,dan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan yang lain (jabrohim,2003:136). Sastra merupakan medium yang elastis karena dapat digunakan sebagai wadah yang praktis untuk mengemas ajaran yang berisi moral dan agama.
Sastra bermanfaat karena pembaca dapat menarik pelajaran yang berharga dalam membaca karya sastra yang mngkin bisa menjadi pegangan hidupnya karana mengungkapkan nilai-nilai luhur.Sedangkan,nikmat berarti sastra bisa memberi nikmat melalui keindahan isi dan gaya bahasanya (pradotokusumo,2005:6).
2. Rumusan Masalah
- Hakikat fungsi sastra
- Kaidah dulce et utille suatu karya sastra
- Sastra dan karakter bangsa
- Penjabaran karya satra bersifat menghibur dan bermanfaat dengan kontemporer
B. PEMBAHASAN
1. Fungsi Sastra
Secara umum, sastra mempunyai dua manfaat atau fungsi utama sebagaimana dikemukakan oleh Horatius, yaitu dulce et utile (dalam bahasa Latin, sweet and useful). Dulce (sweet) berarti sangat menyenangkan atau kenikmatan, sedangkan utile (useful) berarti isinya bersifat mendidik (mikics, 2007:95). Bressler (1999:12) menyebut dua fungsi tersebut dengan istilah to teach ‘mengajar’ dan to entertain ‘menghibur’. Fungsi menghibur (dulce)artinya sastra memberikan kesenangan tersendiri dalam diri pembaca sehingga pembaca merasa tertarik membaca sastra. Fungsi mengajar (utile)artinya sastra memberikan nasihat dan penanaman etika sehingga pembaca dapat meneladani hal-hal positif dalam karya sastra. Dalam hal ini, sastra memampukan manusia menjadi lebih manusia: mengenal diri, sesama, lingkungan, dan berbagai permasalahan kehidupan (Sarumpaet, 2010:1).
Dari dua fungsi utama sastra seperti disebutkan di atas, dapat diturunkan beberapa fungsi sastra sebagai berikut.
Fungsi Religius
karya sastra yang menyajikan ajaran-ajaran agama yang positif dapat menjadi contoh dan patutan bagi para pembaca dan pendengarnya.
Fungsi Moralitas
Banyak bentuk karya sastra yang mengangkat tema tentang kebaikan selalu menjadi hal yang lebih mulia dari kejahatan. Hal ini merupakan bentuk pesan moral kepada setiap manusia agar senantiasa melakukan kebaikan dalam kehidupan ini demi terciptanya rasa aman dan kedamaian.
Fungsi Rekreatif
Karya sastra yang satu biasanya menampilkan kisah atau cerita yang bersifat hiburan atau netral tanpa ada dialektika tokoh protagonist dan antagonis.
Fungsi Didaktif
Sastra yang memiliki fungsi sebagai didaktif biasanya berisi tentang karya yang membawa pesan, amanat, saran, kritik, opini dan lainnya. Hal ini bertujuan untuk memberikan pesan pendidikan yang berisi tentang nilai kebaikan dan budi pekerti yang luhur.kepada pembacanya.
Fungsi Estetis
Bentuk karya sastra yang memiliki fungsi estetis memang mengutamakan akan nilai keindahan serta hal-hal lainnya yang membuat hati senang.
2. Kaidah dulce et utile
Sebuah karya sastra tidak diciptakan dalam suatu kekosongan, tetapi diciptakan karena dibutuhkan oleh manusia. Sastra memiliki fungsi dulce et utile; mempunyai fungsi ganda untuk menghibur sekaligus bermanfaat bagi manusia. Sastra menghibur dengan cara menyajikan keindahan dan imajinasi, selain itu sastra juga memiliki unsur didaktis sebagai sarana untuk menyampaikan pesan pengajaran tentang nilai-nilai kebaikan. Ada tiga komponen yang berperan penting dalam mengkomunikasikan fungsi tersebut; pengarang sebagai pengirim pesan, karya sastra itu sendiri sebagai isi pesan, dan pembaca sebagai penerima pesan yang tersirat dalam karya sastra. Seiring dengan dinamika perkembangan zaman, fungsi karya sastra remaja Indonesia juga mengalami perobahan.
3. Sastra dan Karakter Bangsa
pembelajaran sastra berguna untuk mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam sastra. Yaitu pengenalan, pemahaman, dan pengkhayatan yang tepat terhadap nilai-nilai yang terkandung didalam sastra itu sendiri. pengajaran sastra tak hanya untuk menambah pengetahuan siswa tentang nilai-nilai luhur yang terdapat dalam sastra. Namun di dalam pengajaran sastra juga turut membantu para siswa agar dapat menghayati nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sebuah sastra.
Saryono (2009:52—186) mengemukakan bahwa genre sastra yang dapat dijadikan sarana untuk membentuk karakter bangsa, antara lain, genre sastra yang mengandung nilai atau aspek (1) literer-estetis, (2) humanistis, (3) etis dan moral, dan (4) religius- sufistis-profetis. Keempat nilai sastra tersebut dipandang mampu mengoptimalkan peran sastra dalam pembentukan karakter bangsa. Genre sastra yang mengandung nilai literer-estetis adalah genre sastra yang mengandung nilai keindahan, keelokan, kebagusan, kenikmatan, dan keterpanaan yang dimungkinkan oleh segala unsur yang terdapat di dalam karya sastra.
4. Penjabaran Karya Sastra Bersifat Menghibur dan Bermanfaat Dikaitkan dengan Kondisi Kontemporer
Jika dikaitkan dengan kondisi kontemporer, segi manfaat sastra tidak terletak pada ajaran-ajaran moralnya. “Bermanfaat” dalam arti luas sama dengan “tidak membunga-buang waktu”, bukan sekedar “kegiatan iseng” jadi, sesuatu yang perlu mendapat perhatian serius. “menghibur” sama dengan “tidak membosankan”, “bukan kewajiban” dan “ memberikan kesenangan”. Kita bisa mengatakan bahwa semua karya seni ”manis” dan sekaligus “bermanfaat” bagi setiap penikmatnya: bahwa perenungan yang diberikan oleh seni lebih dahsyat dari perenungan yang dapat dilakukan sendiri oleh masing-masing penikmat seni.pengertian seni mengartikulasikan perenungan itu memberikan rasa senang, dan pengalaman mengikuti artikulasi itu memberikan rasa lepas. Kalau suatu karya sastra berfungsi sesuai dengan sifatnya, kedua segi tadi (kesenangan dan manfaat) buka hanya harus ada, melainkan harus saling mengisi. Kesenangan yang diperoleh dari sastra bukan seperti kesengangan fisik lainnya, melainkan kesenangan yang lebih tinggi, yaitu kontemplasi yang tidak mencari keuntungan. Sedangkan manfaatnya - keseriusan, bersifat didaktis -adalah keseriusan yang menyenangkan dan keseriusan estetis.
C. PENUTUP
1. Kesimpulan
Dapat kita simpulkan bahwa sastra bukan hanya memberikan kita hiburan saja, tetapi sastra dapat memberikan kita pelajaran, pembentukan karakter karena di dalam fungsi sastra terdapat fungsi pendidikan. Suatu karya sastra yang dihasilkan haruslah memiliki nilai moral yang positif agar dapat dicontoh oleh para pembaca/penikmat sastra.
SUMBER:
https://mediaindonesia.com/humaniora/361603/karya-sastra-bisa-membangun-karakter-bangsa
https://badanbahasa.kemdikbud.go.id/artikel-detail/782/mengoptimalkan-peran-sastra-dalam-pembentukan-karakter-bangsa
https://www.linguistikid.com/2017/06/fungsi-sastra-bagi-kehidupan-manusia.html
https://www.rumpunnektar.com/2013/11/karya-sastra-kontemporer.html#:~:text=Sastra%20kontemporer%20adalah%20karya%20sastra,beku%20dan%20tidak%20kreatif%20lagi.
https://dosen.ung.ac.id/herdi/home/2013/1/9/fungsi_sastra.html#:~:text=Secara%20umum%2C%20sastra%20mempunyai%20dua,mikics%2C%202007%3A95).
Komentar
Posting Komentar