Kaidah Sastra, Teks Sastra, dan Bahasa Sastra

 KAIDAH SASTRA, TEKS SASTRA, DAN BAHASA SASTRA


Dosen Pengampu :Dr.Abdurahman, M.Pd.

Nama : Juliana Koto

Nim : 22016185

Prodi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia




A. PENDAHULUAN

Waluyo, (1994:56-58) mengatakan bahwa kaidah sastra atau daya tarik sastra terdapat pada unsur-unsur karya sastra tersebut. Pada karya cerita fiksi, daya tariknya terletak pada unsur ceritanya yakni cerita dari tokoh-tokoh yang diceritakan sepanjang cerita. Selain itu, faktor bahasa juga memegang peranan penting dalam menciptakan daya pikat.



B. PEMBAHASAN

1. KAIDAH SASTRA

Kaidah adalah rumusan asas yang menjadi hukum; aturan yang sudah pasti;patokan; dalil. Menurut Rene Wellek , sastra adalah suatu kegiatan kreatif sebuah karyaseni.

 Ada empat hal lagi yang membantu menciptakan daya tarik suatu cerita rekaan,yaitu kreativitas, tegangan, konflik, dan jarak.Uraian keempatnya , bagaimana dikutipdari Waluyo (1994:58-60) .

Kreativitas

Tanpa kreativitas, karya sastra yang diciptakan pengarang tidak mungkin menempati perhatian pembaca. Kreativitas ditandai dengan adanya penemuan baru dalam proses penceritaan. 

Tegangan( Suspense )

Jalinan cerita yang menimbulkan rasa ingin tahu yang besar dari pembaca merupakan tegangan cerita. Tegangan bermula dari ketidakpastian cerita yang berlanjut, yang mendebarkan pembaca atau pendengarcerita. Tegangan diakibatkan oleh kemahiran pencerita di dalam merangkai kisah dan pencerita mampu mempermainkan hasrat ingin tahu pembaca.

Konflik

Konflik yang dibangun dalam sebuah cerita harus bersifat wajar dan kuat. Konflik yang wajar artinya konflik yang manusiawi , yang mungkin terjadi dalam kehidupan ini dan antara kedua orang yang mengalami konflik itu mempunyai posisi yang kurang lebih seimbang. Jika posisinya tidak seimbang, maka konflik menjadi tidak wajar karena pembaca segera akan menebak kelanjutan jalan ceritanya. 

Jarak Estetika

Daya pikat sebuah cerita fiksi juga muncul akibat pengarang memiliki jarake stetika yang cukup pekat dengan cerita dan tokoh-tokoh cerita itu. seolah – olah pengarang menguasai benar dunia dari tokoh cerita itu, sehingga pengarang iku tterlibat dalam diri tokoh dan ceritanya. Jika keadaan ini dapat dilakukan pengarang ,pembaca akan lebih yakin akan hadirnya cerita dan tokoh. Seakan-akan cerita fiksi itu bukan hanya tiruan dari kenyataan saja.


2. CIRI-CIRI SASTRA

Wellek dan Warren (1989:22) menyebutkan ciri-ciri sastra sebagai berikut :

1.       Menimbulkan efek yang mengasingkan

2.      Fiksionalitas

3.      Ciptaan

4.      Tujuan yang tidak praktis

5.      Pengolahan dan penyampaian melalui media bahasa

6.      Imajinasi

7.      Bermaknalebih

8.      Berlabel sastra

9.      Merupakan konvensi masyarakat sebagai ciri-ciri sastra


Lexemburg, (1984:9) menambahkan beberapa ciri lagi yaitu :

1.      Bukan imitasi

2.      Otonom

3.      Koherensi

4.      Sintesa

5.      Mengungkapkan yang tak terungkapkan sebagai ciri sastra yang lainnya.


3. PENGERTIAN BAHASA SASTRA

Bahasa sastra adalah penghubung antara sesama anggota masyarakat dalam kegiatan sosial dan kebudayaan, tetapi gaya bahasa dalam kesusastraan berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Bahasa sastra berbeda dengan bahasa pidato, politik, bahasa surat kabar, atau bahasa buku teks.


4. CIRI-CIRI BAHASA SASTRA

Berikut ini adalah ciri-ciri bahasa sastra yaitu:

1. Bersifat konotatif

2. Bersifa tsimbolis

3. Bersifat multitafsir

4. Memperhatikan efek musikalitas


5. TEKS SASTRA

Ini adalah teks yang memenuhi fungsi artistik dan ekspresif (berbeda dengan teks non-sastra yang berfungsi untukmemberikan informasi atau menyajikan konsepsi kepada pembaca). Tujuan dari teks-teks ini adalah artistik dan, oleh karena itu, disepakati untuk menyampaikan bahasa yang halus, rapi dan ekspresif yang tidak hanya berkomunikasi tetapi juga menciptakan pesan yang indah, frasa suara atau gambar yang kuat.


6. CIRI-CIRI TEKS SASTRA

Selanjutnya, ciri-ciri utama yang membentuk, berbagi atau harus sesuai dengan berbagai teks sastra yang akan disajikan, yaitu:

niat puitis

Subyektivitas

Semangat zaman

Bahasa

Persen

Fiksi

Verisimilitude

karakter peniru

Kekekalan

Gaya bebas

Hasilkan Emosi


7. JENIS-JENIS TEKS SASTRA

Teks sastra dibagi menjadi empat genre yang berbeda, yang disebut genre sastra yang dikatalogkan menurut metodologi yang melaluinya mereka dapat menghasilkan efek estetis atau main-main pada pembaca; ini adalah:

Narasi

Puisi

Dramaturgi

Uji


8. PERBEDAAN TEKS SASTRA DAN NONSASTRA

Dalam pengertian ini, teks sastra adalah teks yang beradaptasi dengan sifat tekstual genre seperti naratif, puisi, teater atau esai, di mana fungsi estetika bahasa mendominasi.Teks nonsastra memahami keragaman besar aksara yang dikendalikan oleh fungsi lain yang lebih bersifat informatif, referensial atau konatif dan didorong oleh tujuan lain seperti transmisi informasi, penyebaran pengetahuan, penetapan peraturan, pengumuman ,diantara yang lain.


9. PERBEDAAN ANTARA TEKS SASTRA DAN TEKS INFORMASI 

Fungsi utama bahasa aktif dalam teks informatif adalah fungsi referensial atau representatif, yaitu, di mana pengirim mengembangkan pesan yang berkaitan dengan lingkungan mereka atau dengan objek di luar tindakan komunikasi; ini adalah tipikal jenis teks di media, seperti koran atau majalah. Dalam pengertian ini, berbeda dengan teks sastra, yang tidak dimotivasi oleh kebutuhan untuk menginformasikan, melainkan berfokus pada pesan itu sendiri, dan dibangun dengan indah untuk menyampaikan sensasi, perasaan, dan emosi.


10. PENTINGNYA SEBUAH TEKS SASTRA 

Salah satu ciri yang paling signifikan dari sebuah teks sastra adalah konsistensi; Perlu dianalisa terlebih dahulu apa yang hendak ditangkap ketika tulisan yang muncul di seluruh narasi, versifikasi, antara lain; kontinuitas harus memiliki fokus dan argumen utama tidak boleh hilang. Setiap teks sastra memiliki awal yang menempatkan teks di latar belakangnya, baik itu past, present, atau future tense; Ini memperkenalkan kita pada karakter dan pada saat yang sama, juga menghadirkan sebuah cerita.

Makna teks sastra adalah bahwa mereka muncul dari imajinasi penulis, dari kreativitas penulis sendiri dan penulis menangkap dunia batinnya, semua imajinasi itu dalam sebuah karya di mana ia menunjukkan alam semestanya yang khusus. Nilai teks sastra adalah bahwa mereka mencerminkan esensi pengarang dan budaya intelektual yang melingkupinya.



C. PENUTUP

1. Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa kaidah adalah rumusan asas yang menjadi hukum; aturan yang sudah pasti;patokan; dalil. Menurut Rene Wellek , sastra adalah suatu kegiatan kreatif sebuah karya seni. Khusus pada cerita fiksi, ada empat hal lagi yang membantu menciptakan daya tarik suatu cerita rekaan,yaitu kreativitas, tegangan, konflik, dan jarak.


2. Saran

Sebagai mahasiswa jurusan sastra maka sangat diperlukan untuk memahami berbagai kaidah-kaidah sastra untuk menunjang pembelajarannya. Terutama untuk mengembangkan kemampuannya dalam mengenal dan mengapresiasi sastra. Sehingga mempelajari kaidah sastra merupakan suatu keharusan bagi mahasiswa jurusan sastra.






SUMBER

https://www.trigonalmedia.com/2015/08/pengertian-dan-ciri-ciri-bahasa-sastra.html

https://prezi.com/cqcx4fshklya/kaidah-sastra-estetika-kesatuan-dan-keragaman/

https://www.postposmo.com/id/caracteristicas-del-texto-literario/


Komentar