DRAMA
Dosen Pengampu: Dr. Abdurahman
Nama: Juliana Koto
Nim: 22016185
Prodi: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
A. PENGERTIAN DRAMA
Drama adalah genre karya sastra berupa karangan yang menggambarkan atau mengilustrasikan realita kehidupan, watak, dan tingkah laku manusia dimana kisah di dalamnya disampaikan melalui peran dan dialog. Pendapat lain mengatakan pengertian drama adalah jenis karya sastra yang menggambarkan suatu kisah, watak, dan tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang ditampilkan di atas panggung dalam beberapa babak. Secara etimologis, kata “drama” diadaptasi dari bahasa Yunani, yaitu “draomai” yang artinya bertindak, berbuat.
Kisah dan cerita dalam drama mengandung konflik dan emosi yang bertujuan untuk mempengaruhi orang yang melihat atau mendengar drama tersebut. Naskah drama diperankan oleh aktor yang memiliki kemampuan untuk menyajikan konflik dan emosi secara utuh. Pengertian Drama Menurut Para AhliAgar lebih memahami apa itu drama, maka kita dapatmerujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:
1. Balthazar Vallhagen
Pengertian drama adalah suatu seni yang menggambarkan alam dan sifat manusia dalam bentuk gerakan.
2. Anne Civardi
Menurut Anne Civardi, drama adalah suatu kisah yang diceritakan melalui gerakan dan kata-kata.
3. Ferdinand Brunetierre
Pengertian drama adalah suatu karya sastra yang disampaikan dengan aksi atau gerakan dan melahirkan keinginan bagi yang melihatnya.
4. Budianta dkk
Menurut Budianta dkk, pengertian drama adalah jenis karya sastra dimana penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya dialog antar tokoh.
5. Seni Handayani
Menurut Seni Handayani, drama adalah bentuk komposisi berdasarkan dua cabang seni, seni sastra dan seni pertunjukan sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama dalam bentuk teks tertulis dan drama dipentaskan.
B. CIRI-CIRI DRAMA
Drama memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis karya sastra lainnya. Adapun ciri-ciri drama adalah sebagai berikut:
1. Seluruh kisah dalam cerita drama disampaikandalam bentuk dialog, baik dialog antar tokoh maupun dialog tokoh dengan dirinya sendiri (monolog).
2. Drama harus memiliki tokoh atau karakter yang diperankan oleh manusia, wayang, atau boneka.
3. Dalam drama harus terdapat konflik atau ketegangan yang menjadi inti dari cerita drama.
4. Durasi waktu pementasan drama dapat berlangsung selama sekitar tiga jam.
5. Pementasan drama biasanya dilakukan di atas panggung yang telah dilengkapi beberapa perlengkapan dan peralatan untuk menghidupkan suasana.
6. Pertunjukan drama selalu dilakukan dihadapan penonton dimana drama tersebut dilakukan sebagai sarana hiburan
C. STRUKTUR DRAMA
Dalam drama terdapat struktur alur yang tertata dan mengandung nilai seni yang tinggi. Dengan adanya struktur alur tersebut, maka penonton dapat menikmati drama yang dipentaskan.
Berikut ini adalah struktur dalam drama:
1. Babak atau Episode, yaitu bagian dari naskah drama yang merangkum peristiwa yang terjadi di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu.
2. Adegan, yaitu bagian dari drama yang menunjukkan terjadinya perubahan peristiwa yang ditandai dengan terjadinya pergantian setting waktu, tempat, dan tokoh.
3. Dialog, yaitu percakapan yang dilakukan oleh dua atau beberapa tokoh dalam drama. Dialog merupakan hal utama yang membedakan drama dengan karya sastra lainnya.
4. Prolog, yaitu kata pengantar ketika akan masuk dalam sebuah drama yang memberikan gambaran umum tentang drama yang dipentaskan.
5. Epilog, yaitu bagian akhir dari sebuah drama dimana isinya menjelaskan kesimpulan, makna, dan pesan dari drama yang dipentaskan.
D. UNSUR-UNSUR DALAM DRAMA
Sama halnya dengan jenis karya sastra lainnya, drama mengandung unsur-unsur penting di dalamnya yang saling berhubungan. Adapun unsur-unsur drama adalah sebagai berikut:
1. Tema
Tema adalah gagasan pokok atau ide yang menjadi dasar pembuatan drama. Tema yang biasa diangkat dalam drama diantaranya adalah masalah percintaan, kritik sosial, kemiskinan, penindasan, patriotisme, ketuhanan, dll.
2. Alur
Alur adalah rangkaian peristiwa dan konflik yang menggerakkan jalan cerita. Alur drama terdiri dari pengenalan cerita, konflik awal, perkembangan konflik, dan penyelesaian.
3. Tokoh
Tokoh adalah orang yang berperan didalam drama. Tokoh dapat dibedakan menurut sifat dan perannya:
a.Berdasarkan sifat dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
• Tokoh protagonis, yaitu tokoh utama yang mendukung cerita
• Tokoh antagonis, yaitu tokoh penentang cerita
• Tokoh tritagonis, yaitu tokoh pembantu baik tokoh antagonis maupun tokoh protagonis
b. Berdasarkan peran, dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
• Tokoh sentral, yaitu tokoh yang paling menentukan dalam drama. Tokoh sentral adalah penyebab erjadinya konflik, yaitu protagonis ataupun antagonis
• Tokoh utama, yaitu tokoh pendukung ataupun penentang tokoh sentral, bisa juga sebagai perantara dari tokoh sentral. Dalam hal ini adalah tokoh tritagonis.
• Tokoh pembantu, yaitu tokoh yang memegang peran sebagai pelengkap atau penambah.
4. Penokohan
Penokohan adalah penggambaran sifat batin seorang tokoh dalam cerita. Perwatakan bisa digambarkan dengan dialog, ekspresi, atau tingkah laku. Watak para tokoh digambarkan dalam tiga dimensi yaitu:
a. Keadaan fisik, seperti umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh, dan suku bangsa
b. Keadaan psikis, seperti watak, kegemaran, standar moral, dan mental
c. Keadaan sosiologis, seperti jabatan, pekerjaan, kelas sosial, ras dan agama
Cara pengarang menampilkan watak tokoh bisa secara langsung atau tidak langsung, yaitu:
a. Secara langsung atau analitik, pengarang menampilkan watak tokoh langsung dijelaskan dalam teks cerita
b. Secara tidak langsung atau dramatik, pengarang menampilkan watak tidak langsung lewat dialog percakapan tokoh, pikiran tokoh, reaksi atau anggapan tokoh lain, lingkungan, dan keadaan fisik tokoh.
5. Dialog
Ciri naskah drama adalah berbentuk dialog atau percakapan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam dialog:
• Dialog harus mencerminkan percakapan sehari-hari
• Ragam bahasa adalah bahasa lisan yang komunikatif
• Diksi atau pilihan kata yang digunakan harus berhubungan dengan konflik dan plot
• Dialog dalam naskah harus bersifat estetis atau memiliki bahasa yang indah
• Dialog harus mewakili tokoh yang dibawakan
• Memiliki kramagung atau petunjuk perilaku atau tindakan yan harus dilakukan tokoh.
• Dalam naskah drama kramagung harus ditulis dalam tanda kurung atau bercetak miring.
6. Latar
Latar biasa disebut juga dengan setting. Latar cerita dibagi menjadi tiga bagian yaitu latar tempat, waktu, dan suasana. Latar dapat dinyatakan melalui percakapan para tokoh. Jika di pemetasan, maka latar dinyatakan dalam tata panggung atau tata cahaya.
7. Sudut Pandang
Sudut pandang adalah cara pandang yang digunakan pengarang sebagai sarana untuk menyajikan tokoh, tindakan, latar, dan peristiwa dalam cerita. Sudut pandang adalah posisi dari mana pengarang bercerita, apakah dia bertindak langsung atau sebagai pengobservasian diluar cerita. Sudut pandang terdiri dari:
a. Sudut pandang rang pertama atau aku-an
- Aku sebagai tokoh utama
- Aku sebagai tokoh sampingan
b. Sudut pandang orang ketiga atau dia-an
- Orang ketika serba tahu
- Orang ketiga terbatas atau pengamat
8. Konflik
Konflik adalah pertentangan atau masalah. Konflik dibedakan menjadi dua, yaitu konflik ekternal dan internal. Konflik eskternal berarti konflik antara tokoh dengan sesuatudiluar dirinya, semntara konflik internal adalah konflik diantara tokoh dengan dirinya sendiri.
9. Amanat
Amanat adalah pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca atau penonton. Amanat drama selalu berhubungan dengan tema dan ceritanya. Amanat juga menyangkut nilai yang ada di masyrakat dan disampaikan secara implisit. Nilai-nilai itu diantaranya nilai moral, estetika, sosial, dan budaya.
E. JENIS-JENIS DRAMA
Drama dapat dibedakan menurut beberapa kategori umum, yaitu berdasarkan penyajian lakon, berdasarkan sarana, dan berdasarkan keberadaan naskah. Adapun beberapa jenis drama adalah sebagai berikut:
a) Berdasarkan Penyajian Lakon
1. Tragedi, yaitu drama yang mengisahkan kesedihan dari tokoh utama dalam drama. Biasanya drama berakhir dengan kisah yang menyedihkan.
2. Opera, yaitu drama yang dialognya dilakukan dengan cara bernyayi dan diiringi musik.
3. Komedi, yaitu drama yang mempertunjukkan kelucuan para tokoh atau alur cerita lucu.
4. Tragekomedi, yaitu drama yang memadukan antara tragedi dan komedi pada waktu yang sama.
5. Melodrama, yaitu drama yang dialog dan lakonnya dilakukan sambil diiringi oleh musik atau melodi.
6. Tablo, yaitu drama yang dilakukan dimana para tokoh tidak melakukan dialog, tapi mengutamakan kemampuan melakukan gerakan tanpa suara seperti pantonim
7. Farce, yaitu drama yang mempertunjukkan berbagai hal lucu melalui tingkah para pelakon. Mirip seperti dagelan tetapi tidak sepenuhnya sama seperti dagelan.
b) Berdasarkan Sarana atau Bentuk Penyampaiannya
1. Drama Panggung, yaitu drama yang ditampilkan sepenuhnya di atas panggung dimana parapemain tidak dapat melakukan pengulangan adegan.
2. Drama Televisi, yaitu drama yang ditampilkan di Televisi dimana para pemain dapamelakukan pengulangan adegan karena tidak ditampilkan secara langsung.
3. Drama Radio, yaitu drama yang hanya dapat didengarkan tanpa dilihat.
4. Drama Film, yaitu drama yang ditampilkan di layar lebar seperti bioskop. Drama ini dapat juga dilihat di Televis, namun setelah diputar di bioskop terlebih dahulu.
5. Drama Wayang, yaitu drama yang diperankan oleh wayang pada setiap adegannya.
6. Drama Boneka, yaitu drama yang menggunakan boneka sebagai tokoh di setiap adegannya.
c) Berdasarkan Keberadaan Naskah
1. Drama Tradisional, yaitu drama yang dipertunjukkan dimana para pemeran tidak menggunakan naskah saat berada di panggung. Dalam hal ini, pemeran membaca gambara cerita secara umum dan kemudian berimprovisasi sesuai dengan peran masing-masing.
2. Drama Modern, yaitudrama yang dipertunjukkan dimana para pemeran menggunakan naskah saat berada di panggung. Namun, para pemeran dapat berimprovisasi pada kejadian-kejadian tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Lafamane, Felta. "Karya Sastra (Puisi, Prosa, Drama)." (2020).
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5486025/9-unsur-drama-dan-penjelasannya
https://hot.liputan6.com/read/4560269/jenis-jenis-drama-berdasarkan-penyajian-lakon-berikut-penjelasan-dan-contohnya
https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/mempelajari-struktur-drama-beserta-ciri-ciri-dan-kaidah-kebahasaan%20-diunduh%2027%20Oktober%202022
Komentar
Posting Komentar