PENDEKATAN ANALISIS SASTRA OBJEKTIF DAN PENDEKATAN ANALISIS SASTRA MIMETIK
Nama : Juliana Koto
Nim : 22016185
Dosen Pengajar : Dr.Abdurahman M.Pd.
Program Studi : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Abrams dalam Sarjono (2005:62) menyatakan keragaman teori dapat dipahami dan diteliti jika berpangkal pada situasi karya sastra secara menyeluruh (the total situation of a work of art). Diuraikan oleh Abrams ( 1979 : 3-29), terdapat empat pendekatan dalam menganalisis atau mengkaji karya satra, yaitu pendekatan yang menonjolkan kajiannya terhadap peran pengarang sebagai pencipta karya sastra disebut pendekatan ekspresif; pendekatan yang lebih menitikberatkan pada peranan pembaca sebagai penyambut atau penghayat sastra yaitu pendekatan pragmatik; pendekatan yang lebih berorientasi pada aspek referensial dalam kaitannya dengan dunia nyata yaitu pendekatan mimetik; sedangkan yang memberi perhatian penuh pada karya sastra sebagai sesuatu struktur yang otonom dengan koherensi intrinsik yaitu pendekatan objektif.
Keempat pendekatan tersebut memiliki konsep yang berbeda-beda, akan tetapi dalam perkembangannya saling melengkapi. Artinya tidak ada satu model pun yang paling tepat karena karya satra sebagai objek kajian hadir sangat beragam dan memiliki tuntutan sendiri-sendiri (Suwondo, 2001:53). Selanjutnya, tulisan ini dibatasi hanya membahas pendekatan objektif dan bagaimana menerapkannya pada pembelajaran puisi.
Pendekatan objektif merupakan pendekatan karya sastra yang lebih memfokuskan perhatiannya kepada karya sastra sastra itu sendiri, maka dari itulah bahwa karya sastra yang mempunyai pendekatan objektif ini lebih mengutarakan unsur kefokusan yang terdapat di dalam sasta tersebut. Adapun pandangan yang diberikan oleh karya sastra ini bahwa pedakatan objektif ini memandangan bahwa karya sastra sebagai struktur yang otonom dan bebas dari hubungan yang realitas, artinya tidak adanya realitas kehidupan yang akan dituangkan kedalam sastra yang menggunakan pendekatan ini, bahwa pendekatan objektif ini mempunyai prinsip yaitu bebas dari hubungan dengan realitas kehidupan yang ada.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah Pengertian Pendekatan Objektif?
2. Apa saja Bagian-Bagian dalam Pendekatan Objektif?
3. Bagaimanakah Kelemahan yang terdapat di dalam Pendekatan Objektif?
4. Apakah Pengertian Pendekatan Mimetik?
5. Bagaimanakah Pendekatan Mimetik secara Konseptual dan Metodologis?
6. Bagaimana Langkah Kerja analisis dalam pendekatan Mimetik?
7. Bagaimanakah Sejarah dari Mimetik?
8. Bagaimana Tokoh-Tokoh yang terdapat di dalam Teori mimetik?
C. Tujuan
1. Dapat mengetahui dan memahami pengertian Pendekatan Objektif
2. Dapat memahami bagian-bagian dalam Pendekatan Objektif
3. Dapat mengetahui dan memahami kelemahan Pendekatan Objektif
4. Dapat memahami dan mengetahui Pengertian Pendekatan Mimetik
5. Dapat memahami pendekatan Mimetik secara Konseptual dan Metodologis
6. Dapat mengetahui dan memahami langkah Kerja analisis dalam pendekatan Mimetik
7. Dapat mengetahui dan memahami Sejarah Mimetik
8. Dapat memahami tokoh-tokoh Teori mimetik
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Pendekatan Objektif
Pendekatan objektif merupakan pendekatan sastra yang menekankan pada segi intrinsic karya sastra yang bersangkutan (Yudiono, 1984: 53). Yaitu pendekatan yang sangat mengutamakan penyelidikan karya sastra berdasarkan kenyataan teks sastra itu sendiri. Hal-hal yang diluar karya sastra walaupun masih ada hubungan dengan sastra dianggap tidak perlu untuk dijadikan pertimbangan dalam menganalisis karya sastra.
Semi (1993:67) ia menyebutkan bahwa pendekatan objektif ini sama halnya dengan pendekatan struktural, pendekatan formal, dan pendekatan analitik. Bahwasanya sesuai dengan pandangan yang telah diberikan olen strukturalisme bahwa untuk dapat menanggapi karya sastra yang ada secara objektif, maka harus didasarkan kepada pemaham yang terdapat dalam karya sastra itu sendiri, ketika tidak di dasarkan dengan pemahaman yang terdapat dalam karya sastra yang ada maka akan dapat membuat hilangnya peranan dari pendekatan objektif ini.
Pendekatan objektif ini akan mengkaji hal yang beruap karya sastra, dimana karya sastra yang akan dikaji di dalamnya adalah sebuah karya sastra yang hanya berbentuk sastra itu sendiri saja. Artinya dalam melihat unsur yang membangun dalam karya sastra tersebut hanya dilihat dari dalam karya sastra itu sendiri, tidak ada suatu unsur pembangun karya sastra yang berasal dari luar sastra itu, hal inilah yang menyatakan secara jelas bahwa sastra merupakan sebuah bentuk hal yang unsur pembangunya berasal dari dalam sastra itu sendiri. Adapun suatu bentuk konvensi yang terdapat di dalam hal ini misalnya kebulatan suatu makna, diksi, rima, struktur kalimat, tema, plot, setting, karakter, dan sebagainya. Pendekatan objektif ini biasanya menelaah suatu karya sastra tanpa adanya penglihatan dari unsur pembangun yang berasal dari luar karya sastra itu sendiri. Sehingga dengan adanya pendekatan ini ketika peneliti melakukan suatu tindakan, mereka tidak harus melihat latar belakang yang terdapat di dalam pengarang itu sendiri.
2. Bagian-Bagian dalam Pendekatan Objektif
Pendekatan objektif ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa bentuk bagian yaitu: filologi, retorika dan stilistika, strukturalisme serta semiotika dan dekonstruksi. Pendekatan yang terdapat di dalam pendekatan objektif ini lebih menganggap bahwa karya sastra sebagai suatu hal yang dapat berdiri secara sendirinya.
• Filologi
ini lebih menekankan kepada sebuah unsur yang akan mengacu kepada pendekatan yang akan selalu memusatkan sekitar masalah editorial dan rekonstruksi teks, artinya dari sebuah teks nantinya kita dapat menganalisis sebuah teks yang berdasarkan kepada hal yang berupa rekonstruksi.
• Formalisme dan strukturalisme
akan mencakup hal-hal yang berupa bidang paruh yang pertama abad kedua puluh yang tujuan utamanya terletak pada penjelasan dari pola formal dan struktural teks sastra itu sendiri. pendekatan strutural ini juga sering dinamakan dengan pendekatan objektif, pendekatan formal, pendekatan analitik, bertolakk dari asumsi dasar bahwa karya sastra sebagai karya yang selalu akan kreatif, sebab ia memiliki sebuah otonomi penuh yang harus dilihat sebagai suatu sosok yang berdiri sendiri terlepas dari hal-hal lain yang berada diluar dirinya.
• Semiotika dan dekonstruksi
ini merupakan sebuah metode baru yang muncul di dalam sastra, dahulunya metode ini belum pernah muncul dan timbul di dalam sastra, sebab metode ini akan selalu bersifat kepada hal yang selalu berorientasi pada teks. Pendekatan objektif ini mempunyai sebuah anggapan terhadap hal ini, bahwasanya teks itu dapat dijadikan dan dikatakan sebagai sistem tanda dalam sebuah sastra.
3. Kelemahan Pendekatan Objektif
Adapun kelemahan yang terdapat di dalam pendekatan objektif ini adalah:
Di dalam pendekatan objektif ini terdapatnya unsur penolaka terhadap unsur-unsur ekstrinsik yang terdapat di dalam karya sastra, disisi lain bentuk penolakan yang terdapat di dalam karya sastra tersebut adalah seperti karya sastra: historis, sosiologis, politis, dan unsur-unsur sosiokultural lainya, juga termasuk di dalamnya biografi. Maka dengan demikianlah bahwa pendekatan objektif ini sering dimaknai sebagai pendekatan yang berupa analisis otonom.
4. Pengertian Pendekatan Mimetik
Pendekatan mimetik adalah pendekatan kajian sastra yang menitik beratkan kajiannya terhadap hubungan karya sastra dengan kenyataan di luar karya sastra. Pendekatan yang memandang karya sastra sebagai imitasi dan realitas (Abrams 1981:89). Aristoteles berpendapat bahwa mimesis bukan sekedar tiruan. Bukan sekedar potret dan realitas, melainkan telah melalui kesadaran personal batin pengarang nya.
Peristiwa mimesis sebuah karya sastra juga dipertegas oleh Wellek dan Warren (dalam Rahayu, 2014) yang mengatakan sifat sastra memang menyajikan sebagian besar tentang kehidupan, sementara itu kehidupan dunia nyata merupakan keadaan sosial masyarakat. Jadi ada faktor tiruan terhadap keadaan sosial dunia nyata dalam karya sastra. Bagi Plato, mimesis terikat pada ide pengarang, dan ide itu tidak bisa menghasilkan tiruan yang persis sama, lewat mimesis tataran yang lebih tinggi hanya berupa angan-angan karya seni (sastra) tidak bisa menjelma langsung dalam wujud yang ideal. Menurut (Ghani,Y, 2016)
Pendekatan mimesis adalah pendekatan yang dalam pengkajian terhadap karya sastra berkaitan fenomena hubungan karya sastra dengan realita atau kenyataan. Pendekatan mimetik merupakan suatu rekaan dari sebuah makna menjadi gambaran yang ada di alam sekitar. Penggambaran kata yang sebenarnya menjadi sesuatu yang bukan realita yang terbentuk dari kehidupan nyata. Dalam pendekatan mimetik, pengarang lebih menganalogikan perasaan melalui ungkapan dengan kata-kata tiruan yang berada di sekitar.
5. Pendekatan Mimetik secara Konseptual dan Metodologis
Bahwasanya ketika dilihat secara konseptual dan metodologis, pendekatan mimetik menempatkan karya sastra sebagai :
• Produk yang mempunyai unsur peniruan terhadap suatu kenyataan yang dapat diwujudkan secara dinamis. Artinya adalah pendekatan ini merupakan sebuah realisasi dari unsur kenyataan yang terdapat didalamnya, unsur peniruan inilah yang akan dijadikan sebagai bahan untuk melakukan tindakan mimetik.
• Di dalam mimetic ini representasi yang ada pada suatu kenyataan semesta akan direalisasikan secara fungsional. Artinya bahwa hal yang terdapat di dalam mimetik ini akan disesuaikan dengan hal-hal yang berupa fungsional, fungsional mempunyai arti yaitu suatu bentuk penggambaran kehiduapan yang sesuai dengan aturan dan ketentuan yang sudah disepakati secara Bersama-sama.
• Produk yang dinamis yang kenyataan di dalamnya tidak dapat dihadirkan dalam cakupan yang ideal.
• Produk imajinasi yang utama dengan kesadaran tertinggi atas kenyataan. Artinya bahwa ketika imajinasi ini disampirkan dengan mimetik maka ia akan selalu disandarkan dengan keadaan yang tertinggi di dalam keadaan yang ada. Semua hal ini sesuai dengan unsur yang terdapat di dalamnya.
6. Langkah Kerja Analisis dalam Pendekatan Mimetik
Dapat dikatakan secara metodis, langkah kerja yang terdapat di dalam analisis melalui pendekatan mimetik ini dapat disusun ke dalam langkah pokok, yaitu :
• Terdapat suatu langkah kerja yang pertama adalah, mengungkapkan dan mendeskripsikan data yang mengarah pada kenyataan yang ditemukan secara konsektual.
• Di dalam pendekatan mimetik ini, terdapat suatu himpunan terhadap hal-hal yang berupa himpunan dari data pokok atau spesifik sebagai bentuk variabel untuk dirujukkan ke dalam pembahasan yang akan selalu didasarkan dengan kategori dalam pembasan tertentu, semua aspek ini akan disesuaikan dengan tujuan.
• Pendekatan mimetik akan membicarakan hubungan spesifikasi kenyataan dalam teks karya sastra dengan kenyataan fakta realita.
• Di dalam pendekatan ini juga terdapat suatu bentuk penelusuran berupa kesadaran tertinggi yang akan selalu tergantung dalam teks karya sastra yang selalu berhubungan dengan kenyataan yang diapresiasikan dalam karya sastra.
7. Sejarah Mimetik
Pandangan yang terdapat di dalam mimetik ini pertama kali diungkapkan oleh seorang tokoh filsuf. Yang biasa dikenal dengan nama Plato, Plato ini merupakan seorang tokoh yang paling terkenal di dalam mengkaji pendekatan mimetik ini, kemudian ketika adanya suatu bentuk pengungkapan yang dilakukan oleh mimetik, ketika saat itulah murid dari tokoh ini juga langsung mengungkapkan akan hal ini, tokoh tersebut bernama Aristoteles. Plato ini mengemukakan pendapatnya secara jelas, bahwasanya ia mengatakan bahwa karya seni merupakan sebuah karya yang tidak sesuai dengan kefaktaan yang ada, dan bahkan karya seni ini merupakan sebuah hasil tiruan yang terdapat di dalam kehidupan manusiawi, dimana tiruan yang ada di dalamnya mempunyai nilai yang lebih jauh jika dibandingkan dengan kenyataan dan ide. Sebab di dalam kenyataan adalah sebuah unsur yang selalu mengungkapkan sesuai dengan kebenaran, berbeda halnya dengan ini yang dimana hanya melakukan sesuatu sesuai dengan peniuan dari hal yang telah ada. Kemudian Plato juga berpendapat bahwa, karya seni adalah sesuatu hal yang sangat rendah, yang dimana di dalamnya hanya dapat menyajikan sebuah ilusi tentang kenyataan dan tetap jauh dari kenyataan.
Pendapat yang ada pada Plato berbeda dengan pendapat yang diungkapkan oleh Aristoteles, bahwasanya Aristoteles ini adalah seorang murid dari Plato, disini Aristoteles ini menyatakan bahwa tiruan itu justru membedakanya dari segala macam bentuk sesuatu yang nyata dan aktivitas manusia, artinya adalah sesuatu hal yang berada di dalam kenyataan hidup manusia berbanding terbalik dengan hal yang terdapat di dalam karya seni. Aristoteles juga mengungkapkan bahwa ketika sastra menciptakan sebuah karya sastra, sastrawan bukan hanya menirukan unsur yang terdapat di dalam sebuah kenyataan saja, tetapi ia juga dapat menciptakan hal tersebut, artinya ialah ketika karya seni tersebut menirukan hal yang berupa peniruan dari karya sastra, maka ada sebuah iringan yang terjadi di dalamnya, pengiringan ini sastrawan juga akan dapat menghasilkan sebuah hal yang sangat signifikan.
Sesuai dengan hal yang telah dijelaskan pada hal-hal sebelumnya, bahwa mimetik mempunyai asal usul yang berasal dari bahasa Yunani mimesis yang berarti tiruan, artinya dalam pendekatan mimetik aka nada unsur peniruan yang menjadi landasan dalam menciptaan sastra, peniruan ini banyak perbandingan dan perbedaan dari masing-masing sastrawan yang ada. Terdapat suatu hubunganya dengan kritik sastra mimetic diartikan sebagai sebuah pendekatan yang dalam mengkaji karya sastra, pendekatan ini akan selalu terus berusaha untuk dapat mengkaitkan dengan kenyataan dan kefaktaan yang ada. Ini merupakan sebuah bentuk usaha-usaha yang dilakukan oleh pendekatan mimetik, bagaimanapun bentuknya pendekatan ini akan terus berusaha dalam mengaitkannya ke dalam realitas yang ada, sehingga nantinya akan terdapat sebuah pengungkapkan berupa kenyataan di dalamnya. Dengan adanya perbedaan pendapat yang terjadi antara dua tokoh filusif yaitu Plato dan Aristoteles ini membuat perbedaan pendapat ini menjadi sangat menarik di dalamnya, karena kedua diantara tokoh ini mempunyai unsur keunikan di dalamnya, sebab ialaha yang mampu untuk menghubungkan persoalan antara filsafat dengan kehidupan yang ada, sebab kedua unsur yang ada ini sangat sulit untuk diperkembangkan karena keduanya akan sangat tegantung kepada unsur kenyataan yang ada.
8. Tokoh-Tokoh Teori Mimetik
Di dalam hal ini bahwasanya terdapat beberapa orang yang memiliki peranan serta tokoh dalam mimetik ini, diantaranya adalah :
• Plato (427-347)
Plato ini dilahirkan dilingkungan keluarga bangsawan kota athena. Ketika masa mudanya ia mempunyai orang yang sangat dikagumi oleh dirinya, orang yang sangat dikagumi oleh dirinya itu bernama Socrates (470-399) tokoh ini merupakan seseorang yang menentang mengenai ajaran parasofis, sehingga pemikiran-pemikiran yang terdapat di dalam diri plato ini sangat di pengaruhi oleh sosok orang ini, sehingga ketika saat itu Plato menjadikan sosok tokoh ini sebagai gurunya, kejadian ini dapat terjadi disebabkan karena terdapat pengakuan dari Plato menganai pendapat dan argumentasi yang diberikan oleh tokoh ini sendiri. Adapun salah satu pemikiran Plato yang paling banyak diketahui dan dikenal oleh semua orang ada pandangannya yang berupa mengenai realitas. Sesuai dengan pendapat dari Plato ini, bahwasanya realitas ini dapat dibedakan menjadi dua bagian dunia yaitu : dunia yang terbuka bagi rasio dan dunia yang hanya terbuka bagi panca indra.
• Aristoteles (384-322)
Tokoh ini dilahirkan di Stagirus, Macedonia, di daerah Tharke, tepatnya di daerah dan kawasan Yunani Utara pada tahun 384 SM. Tokoh ini belajar dengan seorang tokoh yang sangat terkenal yaitu Plato, Plato ini merupakan seorang yang dijadikan guru oleh Aristoteles ini, ia belajar di sekolah yang telah didirikan oleh Plato dan ketika saat itulah ia tinggal di academia hingga plato meninggal dunia. Aristoteles ini juga sangat berjasa dalam membantuk dan memerdekakan sesuatu hal yang ada pada ungkapa Plato, pandangan yang terdapat di dalam diri Aristoteles ini sesuai dengan dengan pengajaran dan pandangan yang ada pada tokoh Plato, sebab sesuai dengan hal yang telah kita ketahui Bersama bahwasanya Aristoteles ini merukan seorang murid dari Plato, hingga ketika saat itu Plato menimbulkan sebuah sekolah yang memberikan dan mengajarkan pandangan yang berupa filusif kenyataan di dalamnya. Hingga ketika saaat Plato telah meninggal, tokoh ini tetap melanjutkan pendidikan di sekolah yang telah diciptakan oleh tokoh Plato tersebut.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pendekatan karya sastra merupakan sebuah pendekatan yang didalamnya membahas mengenai hal-hal yang berupa sastra. Semua unsur yang terdapat di dalamnya akan selalu dikaitkan dengan sastra ada, terdapat berbagai macam bentuk pendekatan yang terdapat di dalam karya sastra itu, seperti : pendekatan objektif dan pendekatan mimetik. Kajian di dalam hal ini akan hanya dapat mengembangkan kompetensi teori sastra. kajian berupa sastra adalah sebuah kajian yang akan selalu mencoba untuk dapat mengembangkan seluruh aspek yang berupa kompotensi apresiasi sastra, kritik sastra dan proses kreatif sastra.
Berdasarkan pemaparan tersebut disimpulkan bahwa pendekatan objektif menganggap karya sastra sebagai sesuatu yang otonom, berdiri sendiri, lepas dari dunia politik, ekonomi, dan hal-hal yang berada di luar unsur intrinsik. Pendekatan mimetik memandang adanya hubungan antara karya sastra dengan masyarakatnya.
DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. 1995. Pengantar Aspresiasi Karya Sastra. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Fananie, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra. Surakarta : Muhammadiyah University Press.
Sehandi, Yohanes. 2014. Mengenal 25 Teori Sastra. Yogykarta: Penerbit Ombak.
Rokhmansyah, Alfian. 2014. Studi dan Pengkajian Sastra; Perkenalan Awal terhadap Ilmu Sastra. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Wellek, Rene dan Austin Warren. 2014. Teori Kesustraan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Milner, Max. Freud dan Interpretasi Sastra. Jakarta Intermasa. Jakarta 1993
Milner, Max. Freud dan Interpretasi Sastra. Jakarta Intermasa. Jakarta 1993
Ratna, Nyoman Kutha. Estetika Sastra dan Budaya. Pustaka Belajar. Yogyakarta. 2011
Wellek, Rene dan Austin Werren. Teori Kesusastraan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 1993
https://ikamustika444.wordpress.com/2012/11/10/pendekatan-objektif-salah-satu-pendekatan-menganalisis-karya-sastra/
http://tugasakhiramik.blogspot.com/2013/03/pengertian-pendekatan-objektif.html
http://eprints.ums.ac.id/44045/2/BAB%20I.pdf
Komentar
Posting Komentar